
Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: FORSA Multimedia/Ahmad Rise Satria Wicaksono)

Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: LFNU Kab.Blitar/Amru Rofiq)

Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: LFNU Kab.Blitar/Bahrul Ulum – Pasukan Langit)
Rukyatul Hilal Awal Shafar 1446H di Wisata Ondo Sewu Bukit Kajang, Kesamben, Blitar
Blitar, Senin (5/8/2024) – LFNU Kabupaten Blitar, KEMENAG Kabupaten Blitar, dan Forum Shilatul Afkar mengadakan Rukyatul Hilal Awal Shafar 1446 H. Acara ini berlangsung di Wisata Ondo Sewu Bukit Kajang, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Jawa Timur.
Alat dan Metode Pengamatan

Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: LFNU Kab.Blitar/Bahrul Ulum – Pasukan Langit)

Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: LFNU Kab.Blitar/Bahrul Ulum – Pasukan Langit)

Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: LFNU Kab.Blitar/Bahrul Ulum – Pasukan Langit)
Pada Rukyatul Hilal ini, tiga jenis alat digunakan untuk pemantauan: Rubu’ Mujayyab disertai dengan Kompas dan Busur Derajat, Theodolit, dan Teleskop dengan Mounter GPS Otomatis. Alat-alat ini mencerminkan perkembangan metode Rukyatul Hilal dari manual menjadi semi-manual dan otomatis. Bapak Qothrunnada, seorang tokoh senior ilmu Falak LFNU Kabupaten Blitar, tetap melestarikan penggunaan Rubu’ Mujayyab yang khas pesantren.
Data Hisab dan Pengamatan

Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: LFNU Kab.Blitar/Ahmad Muhammad)
Ahmad Muhammad, Hasib dari LFNU Kabupaten Blitar, mengkalkulasi data Hisab untuk mendukung pengamatan. Posisi Hilal di Kabupaten Blitar cukup bagus dengan ketinggian 9 derajat dan elongasi 11 derajat lebih. Data menunjukkan Azimut Matahari 16°45’01,10” ke utara dan Azimut Bulan 18°33’52,79” ke utara. Arah Rukyatul Hilal adalah 288°33’52,79” dengan lama Hilal (Muks) 39 menit 54 detik. Pengukuran dilakukan dengan metode Sistem Asy-Syahru dan Al-Qothru Hisab Rukyat.
Proses Pengamatan

Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: FORSA Multimedia/Ahmad Rise Satria Wicaksono)

Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: FORSA Multimedia/Ahmad Rise Satria Wicaksono)

Rukyatul Hilal di Ondo Sewu, Pehlumbu, Pagergunung – Kesamben – Blitar, Senin (5/8/2024). (Foto: FORSA Multimedia/Ahmad Rise Satria Wicaksono)
Menurut Bahrul Ulum, perukyat dari LFNU Kabupaten Blitar, Rukyatul Hilal dimulai pukul 17.33 waktu setempat. Matahari sudah tidak terlihat sejak pukul 17.23. Suasana langit di ufuk barat cukup berawan sehingga beberapa bagian ufuk tidak terlihat. Ahmad Muqorobin, perukyat lain dari LFNU Kabupaten Blitar, mengonfirmasi bahwa Hilal tetap tidak teramati meskipun pengamatan dilakukan selama 39 menit 54 detik. Namun, karena hasil Hisab telah mencapai batas elongasi Qath’iy Rukyat Nahdlatul Ulama’ (QRNU) sebesar 9°, dan ada lokasi lain di Indonesia yang berhasil mengamati Hilal, PBNU merilis Ikhbar bahwa Awal Shafar jatuh pada Selasa Kliwon, 6 Agustus 2024.
Rukyatul Hilal Rutin oleh LFNU Kabupaten Blitar
LFNU Kabupaten Blitar secara rutin melakukan Rukyatul Hilal setiap menjelang awal bulan Hijriyah berdasarkan instruksi dari PBNU. Mereka tidak hanya fokus pada bulan-bulan tertentu seperti Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbarui data pengamatan dan mengedukasi berbagai pihak mengenai pentingnya Ilmu Falak. Ilmu ini membantu mengetahui waktu-waktu ibadah sesuai syariat Islam serta menjadi bentuk rekreasi bagi masyarakat luas.
Eksplorasi Lokasi Pengamatan
Pengamatan Hilal awal Bulan Shafar 1446 H juga mengeksplorasi potensi lokasi lain yang bisa dijadikan markaz Rukyatul Hilal di Kabupaten Blitar. Lokasi-lokasi potensial selain Wisata Ondo Sewu Bukit Kajang termasuk Pantai Serang, Bukit Banjarsarim, dan Pucuk Pelangi. Forum Shilatul Afkar, yang rutin berpartisipasi dalam kegiatan ini, berharap agar kegiatan semacam ini dapat terus dilaksanakan dengan pengembangan konsep dan inovasi.
Harapan dan Edukasi
Diharapkan minat masyarakat terhadap Ilmu Falak meningkat melalui kegiatan ini. Kegiatan Rukyatul Hilal tidak hanya berfokus pada aspek religius tetapi juga aspek edukatif. Dengan demikian, masyarakat bisa lebih memahami pentingnya pengamatan Hilal dalam penentuan awal bulan Hijriyah.
Penutupan Acara
Acara yang diadakan di Wisata Ondo Sewu Bukit Kajang ini berakhir dengan kesimpulan bahwa Rukyatul Hilal penting untuk terus dilakukan secara rutin. LFNU Kabupaten Blitar berkomitmen untuk mengembangkan metode dan alat pengamatan agar data yang diperoleh semakin akurat. Selain itu, mereka berharap masyarakat luas dapat lebih teredukasi mengenai Ilmu Falak dan pentingnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Rukyatul Hilal kali ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Gusdurian Blitar, serta salah satu perwakilan Agama Hindu, yang bernama Hadiyo sekaligus sebagai sesepuh Desa Pagergunung. Hal ini sekaligus menjadi wujud nyata dari Kerukunan, Toleransi, dan Moderasi Beragama yang kuat di Kabupaten Blitar
Kesimpulan
Dengan adanya kegiatan Rukyatul Hilal ini, diharapkan masyarakat lebih memahami dan menghargai proses penentuan awal bulan Hijriyah. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan dalam ilmu Falak. LFNU Kabupaten Blitar, KEMENAG Kabupaten Blitar, dan Forum Shilatul Afkar berkomitmen untuk terus mengadakan pengamatan Hilal secara rutin demi kemaslahatan umat.
______
Penulis:
Ahmad Rise Satria Wicaksono
Penyunting:
M. Mahmud Muafiq
Syaikhu Maqronodin Shomad